Lukisan : Makna Warna dalam Lukisan

Ilmu fengsui mengatur lukisan untuk ruangan berdasarkan lima unsur yang diwakili delapan arah mata angin. Sektor Utara memiliki elemen magnetik dan alam yang bersifat air. Timur Laut bersifat Tanah, sementara Timur dan Tenggara bersifat Kayu. Arah Selatan memiliki sifat Api, Barat Daya mewakili sifat Tanah, sedangkan Barat dan Barat laut bersifat Logam.

Arah Utara diwakili warna hitam dan biru tua; Timur Laut, cokelat dan kuning;  Timur dan Tenggara, biru muda dan hijau. Selatan, jingga dan merah tua; Barat Daya, kuning dan cokelat; sementara Barat dan Barat Laut diwakili warna putih dan abu-abu.

“Jika sudah mengetahui warna elemen, kita juga harus mengetahui rumus hubungan yang sejalan serta hubungan yang kontradiktif,” tutur pakar fengsui, Mas Dian. Misalnya, sektor Utara yang diberi warna hitam tidak ada masalah jika digabung dengan warna lain, karena warna hitam adalah warna netral.

“Tetapi, kita harus mengetahui bahwa sektor Utara yang berunsur air akan bertentangan dengan arah Selatan yang berunsur api. Oleh karena itu, sebaiknya jangan memberi warna merah pada dinding di utara,” imbuhnya.

Untuk dinding sebelah utara, kata Mas Dian, kita bisa memberi warna hijau atau biru muda yang memiliki sifat kayu. “Dengan rumus ini, kita akan bisa menilai hubungan mana yang menghasilkan atau merugikan. Rumus ini juga bisa digunakan untuk lukisan,” kata Mas Dian. Dia menjelaskan, bahwa rumus elemen ini acap kali digunakannya untuk membantu orang dalam memilih warna yang cocok.

Misalnya, orang kelahiran tahun 1962 yang ber-Shio Macan, dan memiliki unsur logam dan magnet kelahiran tanah. Dengan demikian, berarti orang tersebut sebaiknya memasang lukisan yang banyak menggunakan warna dasar cokelat, kuning, krem, atau jingga. Dengan memakai warna-warna tersebut, pemilik lukisan akan mendapat dukungan energi.

Sebuah lukisan sebaiknya memberikan pemandangan yang sejuk dan enak dilihat. Namun, ada juga lukisan yang dipandang tampak menyeramkan dan membuat hati menjadi miris, seperti lukisan yang menggambarkan potongan tangan dengan darah yang menetes ke lantai, wajah orang yang terkelupas, atau bentuk wajah yang menyeramkan. Pasalnya, lukisan tersebut bisa memengaruhi psikologi orang yang melihatnya.

“Yang dipantang dalam fengsui adalah memasang lukisan yang menyeramkan, seperti setan atau iblis,” kata Mas Dian. Tetapi, lanjut Mas Dian, kalau seorang kolektor ingin memilikinya, apalagi pelukisnya terkenal, dia bisa memasangnya di galeri, bukan di ruang kerja atau di dalam rumah.

Anto Erawan
(antoerawan@rumah.com)

Foto: Anto Erawan/dok. Mas Dian, MRE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s