Dapur: Pengaruhi Keuangan, hingga Percintaan

Dapur sering kali dinomorduakan saat kita membangun rumah. Padahal menurut ilmu fengsui, dapur merupakan komponen primer sebuah rumah yang mesti diperhatikan.

Menurut pakar dan arsitek fengsui Mas Dian, ada tiga komponen primer paling penting yang harus diperhatikan dalam membuat rumah, yakni pintu utama, kamar tidur, dan dapur. Selain itu, hasil penelitian Mas Dian juga mengungkapkan ada tiga komponen sekunder yang juga mesti diperhatikan, yaitu letak tangga, letak WC atau kamar mandi, dan susunan atap.

Pintu utama merupakan unsur terpenting, karena menyangkut pengaturan energi rejeki atau hawa rejeki—lebih dikenal dengan chi—sehingga bisa mengalir masuk dengan baik ke dalam rumah. Pengaturan kamar terkait dengan keharmonisan keluarga, suami-istri, serta kesehatan orang yang menempatinya.

Sementara itu, pengaturan dapur bisa memengaruhi baik buruknya keuangan, kesehatan, dan keharmonisan keluarga. Selain itu, dapur juga berhubungan dengan masalah percintaan.

Selaraskan dengan Rumah
Tata letak dapur yang baik, menurut Mas Dian, bisa dilihat dari beberapa perhitungan. Pertama, letak atau lokasi dapur; kedua, komposisi; dan ketiga, interior.

Banyak pihak yang mengatakan, dapur sebaiknya diletakkan di tempat yang baik (yang memiliki energi positif). Hal ini bagi Mas Dian sah-sah saja, apalagi bila rumah tersebut berukuran besar.

Tetapi bagi rumah-rumah  berukuran kecil, tidak mengapa jika dapur diletakkan di daerah negatif, selama masih memadai dan selaras dengan rumah. Mas Dian mengatakan, tidak baik bila rumah besar memiliki dapur sempit, atau rumah kecil memiliki dapur besar—untuk mendatangkan rejeki yang banyak. “Dapur mesti dibuat sebanding dengan ukuran rumah dan sesuai keperluan,” tuturnya.

Selain sesuai dengan ukuran rumah, dapur mesti diletakkan di belakang rumah dengan pintu yang terlindung, sehingga tidak tampak dari depan rumah. Bagi Mas Dian, sangat pantang pintu dapur terlihat dari depan rumah. Di samping itu, tidak dibenarkan jika dapur diletakkan di bagian depan rumah, atau dapur yang memiliki akses masuk yang memutar lewat belakang.

Saat ini banyak orang membuat dapur di sebelah garasi dan bisa menembus ke area belakang rumah. “Secara komposisi, hal ini tidak bagus menurut fengsui, karena keuangan rumah bisa bocor, sama halnya dengan memompa ban yang bocor,” kata Mas Dian. “Dapur yang bagus mesti diletakkan di satu ruang khusus dengan menggunakan satu akses pintu.”

Kendati demikian, kita juga mesti melihat perkembangan zaman, dimana saat ini—tidak bisa dipungkiri—harga tanah sangat mahal. Hal ini menyebabkan mereka yang memiliki keuangan terbatas, membuat rumah berukuran kecil nan efisien, dengan dapur yang menjadi jalur lalu lintas penghuni. Bila terjadi demikian, jelas Mas Dian, maka akses yang menuju keluar dapur mesti dihalangi dengan sekat atau dibelokkan, sehingga jika ada kebocoran keuangan, tidak akan terlalu banyak.

Unsur Air dan Api
Di sisi interior, dapur memiliki dua elemen alam yang saling kontradiktif, yakni elemen api dan air. Untuk mengaturnya, tentu memerlukan seni tersendiri. Unsur api (yang diwakili kompor) dan air (diwakili tempat memcuci piring) tidak boleh saling berhadapan langsung atau bersebelahan.

Jika keduanya—karena keterbatasan ruang—terpaksa harus bersebelahan, kompor dengan tempat mencuci piring harus diberi pembatas, setidaknya setinggi kompor (sekitar 30 cm). Letak api kompor juga jangan terlalu rendah. “Oleh karena itu, jika ruang memadai—yang paling aman adalah membuat dapur berbentuk huruf ‘L’ atau ‘U’,” ungkap Mas Dian, “di satu sisi untuk kompor dan di sisi lain untuk tempat mencuci piring.”

Lebih dari itu, letak kompor juga patut diperhatikan. Kompor yang mewakili unsur api paling baik diletakkan di sisi timur, tenggara, atau selatan. Jangan sekali-kali meletakkan kompor di sisi utara, karena utara mewakili unsur air.

Tinggikan Lantai Dapur
Perlu diperhatikan juga bahwa dapur mewakili empat zona, yakni zona memasak, zona mencuci, zona menyimpan, dan zona sampah. Untuk itu, sebaiknya lantai dapur dibuat lebih tinggi dari lantai ruang yang ada di sekitarnya. Hal ini sangat logis, menurut Mas Dian, karena dengan lantai dapur yang lebih tinggi, pembuangan kotoran dan sampah bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Di samping itu, letak dapur juga tidak boleh berhadapan dengan kamar tidur. Pasalnya, asap yang dihasilkan dapur akan masuk dengan mudah ke dalam kamar. Ujung-ujungnya, sudah barang tentu akan mengganggu alam pikiran dan kesehatan si penghuni.

Soal warna, sebaiknya hindari menghias dapur dengan warna-warna yang mewakili elemen logam, seperti warna putih atau abu-abu; atau elemen air seperti warna hitam. Mas Dian menyarankan, sebaiknya dapur dibuat dengan nuansa kuning, cokelat, pink, merah, atau warna-warna lembut, seperti warna hijau atau biru. “Yang paling tepat adalah hijau atau biru, keduanya karena mewakili unsur kayu,” tuturnya.

Anto Erawan
(antoerawan@rumah.com)

Foto: Anto Erawan/Dok. Mas Dian

 

PT. DUTA PRO  (Property & kontraktor)
Plaza Victoria Blok B no.01 Sentul City Bogor 16810.
Telp : 021-87953067     Fax :  021-87953076
Hp    :  085691629395    Pin  :   27510FD6
E-mail  :  pt.dutapro@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s