sentul city : rumah masa depan ada di selatan jakarta

gambar berita warta ekonomi - rumah masa depan ada di selatan jakarta

Bobby Mok Wing Hong,

Chief Operating Officer & Wakil Presiden Direktur

PT Sentul City Tbk.

“Indonesia akan kebanjiran investasi asing,” kata Bobby Mok Wing Hong, Chief Operating Officer & Wakil Presiden Direktur PT Sentul City Tbk., dalam wawancara dengan wartawan majalah Warta Ekonomi Nurcholish MA Basyari di kantornya di Kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu silam.

Sebagai praktisi bisnis properti yang telah malang melintang di 15 negara Asia Pasifik, Bob Mok, demikian dia biasa disapa, tentu punya sederet alasan yang melandasi pernyataannya itu. Didampingi Direktur Sales & Marketing Sentul City Syukurman Larosa, selama sekitar 1,5 jam Bob menerima Warta Ekonomi sambil memamerkan maket rumah mewah dan supermewah serta grand design Kota Sentul yang modern.

Menurut Bob, di tengah lesunya ekonomi dunia, kalangan investor di Eropa tidak punya pilihan yang lebih baik untuk menanamkan investasi mereka kecuali ke kawasan Asia. Maklum, zona Eropa masih sakit, sedangkan Amerika Serikat tertatih-tatih merelaksasi perekonomian mereka. Adapun Cina sebagai perekonomian terbesar kedua mulai melambat. Setelah muncul BRIC (Brasil, Rusia, India, Cina) sebagai kelompok negara yang perekonomiannya menjanjikan, kini muncul MIST (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki). Potensi MIST diyakini lebih besar daripada BRIC.

Indonesia memang tengah menikmati pertumbuhan ekonomi yang mengesankan, melebihi 6%, di tengah ancaman kebangkrutan Eropa dan masih terseok-seoknya AS yang selama ini menjadi kiblat ekonomi dunia. Hal itu dibarengi dengan bermunculannya kelas menengah yang jumlahnya mencapai 130 juta orang.

Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar optimistis bakal muncul 95 juta hingga 125 juta orang kaya baru (OKB) pada 2030 jika pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di kisaran 6% atau lebih. “Jika perekonomian Indonesia bisa tumbuh 5-6 persen per tahun atau kalau bisa 7 persen per tahun, maka di tahun 2030 akan ada 95 juta orang kaya baru di Indonesia. Itu angka minimal. Syukur-syukur bisa menjadi 125 juta orang,” kata Mahendra saat memberikan sambutan pembukaan IFEF di Jakarta Convention Center Jakarta, Jumat (5/10/2012).

Sementara itu, Capgemini dan RBC Wealth Management dalam The Asia-Pacific Wealth Report 2012 yang dirilis belum lama ini menyebutkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah, kini jumlah orang kaya di Asia Pasifik melampaui jumlah yang ada di Amerika Utara. Pertumbuhan jumlah orang kaya di Indonesia tercatat paling tinggi kedua (5,3%) setelah Thailand (9,3%). Jumlah orang kaya yang memiliki kekayaan bersih (high net worth individuals) hingga US$1 juta (Rp9 miliar) di Asia Pasifik mencapai 3,37 juta orang, sedangkan di Amerika Utara berjumlah 3,35 juta dan di Eropa 3,17 juta.

Di tengah kondisi makro yang bagus itu, akhir September lalu, Sentul City meluncurkan hunian mewah Habiture Residence dengan harga Rp4,5 miliar hingga Rp13 miliar per unit. Menurut Syukurman, sepekan setelah peluncuran itu, 10 unit telah terjual dan diharapkan 15 unit lagi terjual hingga akhir tahun ini. Total yang tersedia untuk jenis Habiture ini 105 unit.

Habiture Residence menjadi produk hunian premium unggulan Sentul City di luar lima produk hunian mewah lainnya, yakni Centronia, Santorini, Riverview, Green Valley, dan Hilltop, dengan harga terendah sekitar Rp1 miliar per unit. 

Seberapa besar potensi pasar Indonesia bisa menyerap produk hunian mewah di tengah ekonomi dunia yang melemah? Berikut petikan wawancara Warta Ekonomi dengan Bob Mok.

 

Sentul City gencar menyasar segmen pasar menengah ke atas. Bagaimana menggarapnya?

Di masa lalu, ada perhatian yang kurang memadai terhadap kualitas dan desain rumah serta produk yang berorientasi pada selera konsumen. Kami ingin menawarkan produk  yang consumers friendly. Kami bangunlah rumah dua lantai yang didesain untuk keluarga multigenerasi. Ada lift di dalamnya sehingga kakek dan nenek tidak perlu bersusah payah naik tangga.

Hal kedua yang kami lakukan ialah menyediakan move in product. Saya tambahkan produk paling mahal, furnitur dan perabotan dari Perancis dan Italia. Rata-rata harganya sekitar Rp500 juta. Penerimaan pasar terhadap produk ini sungguh luar biasa.

Kami juga punya keunggulan lain, yakni panorama spektakuler Gunung Salak di belakang dan sungai di depannya. Bagi orang yang percaya, fengsui-nya sangat fantastis, sangat inspirasional. Apa pun agama Anda, Islam, Kristen, Buddhis, Taois, itu mengingatkan Anda pada Allah Yang Maha Besar.

Siapa saja yang tertarik ikut menggarap Sentul City?

Giant telah menggelontorkan uangnya untuk membangun supermarket di sini. Mereka sedang menunggu persetujuan dari kantor pusat di Hong Kong untuk membangun markasnya di sini dengan 800 pegawai mereka. Saya juga mengajak dua retailer besar lain untuk masuk. Meritus Hotel sudah masuk.

Di sini juga sudah ada Sekolah Pelita Harapan, Penabur, dan Andalusia Islamic Center. Universitas Trisakti sudah membeli lahan di belakang Rumah Sakit Pertamina dan diharapkan mulai pembangunannya tahun depan.

Jadi, jika Anda datang ke Sentul City dua tahun lagi, keadaannya akan sangat berbeda.

Sentul City akan bersaing dengan BSD dan Ciputra Land?

Saya banyak belajar dari Pak Ciputra dan sangat menghormati beliau.  Saya sudah berpengalaman di bidang ini di 15 negara Asia Pasifik. Saya bawa yang terbaik dari pengalaman itu ke Sentul City.

Bagaimana Anda melihat pasar Indonesia? 

Kami memiliki 50% Sentul Nirwana dan 50% lainnya milik Bakrie Land. Sentul Nirwana punya lahan seluas 31.000 hektare. Yang sudah dikembangkan sekitar 14.000 hektare sehingga di kantong kami masih ada lebih dari 16.000 hektare lagi. Itu cukup untuk pengembangan hingga 2–3 generasi.

Kami  melihat ada lebih dari satu juta pembeli tangan pertama yang menjadi target pasar kami. Pak Syukurman (Direktur Marketing Sentul City) akan meluncurkan high rise pertama kami dengan 1.200 unit apartemen pada pertengahan Oktober. Harganya berkisar Rp250 juta hingga Rp350 juta dengan target para lajang atau keluarga muda yang bekerja di Sentul City. Ini untuk menopang operasional SCCC (Sentul City Convention Center), hotel, rumah sakit, Jungle Land, Sentul Highlands Golf Course. Kami sangat yakin itu akan terserap sebelum kami menyelesaikan dua tower dengan total 4.200 unit.

Target pasar kami dari segmen di bawah Rp250 juta hingga Rp500 juta 10%, Rp500 juta hingga Rp1 miliar sebesar 20%. Dari segmen Rp1 miliar hingga Rp3 miliar 20%, 50% lagi untuk segmen di atas Rp3 miliar.

Kami sangat memahami pasar Indonesia berbekal pengalaman luas dan panjang yang diperkuat oleh riset pasar yang menyeluruh senilai US$90.000.

Anda begitu optimistis…

Ya. Dengan pengembangan kawasan yang kami lakukan, makin banyak orang yakin untuk menjadikan Sentul City sebagai pilihan pertama untuk tempat kerja, tinggal, dan bermain.

Seberapa jauh pencapaian penjualan Anda?

Hingga Juni 2012, secara year on year, keuntungan kami tumbuh 102%. Penjualan hingga September 2012 telah melampaui penjualan sepanjang tahun lalu. Tahun lalu, rata-rata penjualan kami per bulan sekitar Rp17 miliar. Untuk tahun ini, hingga September, rata-rata penjualan kami mencapai lebih dari Rp47 miliar.

Itulah mengapa  kami meningkatkan target penjualan dari Rp540 miliar menjadi Rp600 miliar tahun ini. Hingga September, penjualan kami sudah mencapai Rp460 miliar. Saya yakin Rp140 miliar lagi bisa tercapai.

Untuk meyakinkan para fund manager dan investor, kami aktif melakukan roadshow. Tahun ini, kami empat kali roadshow ke Singapura dan Hong Kong. Pada Mei lalu, misalnya, di tengah roadshow kami ke Hong Kong, harga saham kami mencetak sejarah, naik menjadi Rp330 per saham.

Kalangan investor makin menyadari adanya kepemimpinan, visi, dan strategi baru Sentul City. Mereka juga melihat bagusnya penjualan kami di 2012 yang baru sampai September sudah melampaui angka penjualan sepanjang tahun lalu.

Sampai kapan pasar Indonesia masih prospektif untuk digarap?

Oh, pasarnya sangat besar. Di Jakarta saja perlu 600.000 unit rumah baru. Bahkan menurut satu riset independen, diperlukan 1,8 juta unit rumah baru (fresh demand) dalam 10 tahun ke depan.

Di Indonesia, karena kesejahteraan masyarakatnya meningkat, jumlah kelas menengahnya bertambah dalam jumlah cukup besar. Dan diperkirakan, dalam 10  tahun ke depan, jumlah kelas menengah akan bertambah 100 juta orang lagi.

Kini, lihatlah Jakarta. Anda tidak bisa ke utara, timur, atau barat karena tidak tersedia lahan. Anda hanya bisa ke selatan. Nah, siapa yang punya lahan terbesar di seputar Jakarta sekarang? Tentu Sentul City dan Sentul Nirwana.

Bagaimana Anda melihat prospek investasi di Indonesia?

Bagi para investor, yang mereka cari ialah perlindungan hukum terhadap investasi yang jelas dan transparan. Saat ini, Indonesia sangat menarik minat para investor, tetapi di sektor sumber daya alam, seperti pertambangan dan migas. Untuk pasar properti, yang masuk para investor musiman. Investor perlu kejelasan undang-undang yang menjamin mereka.

Indonesia punya peluang besar untuk menarik minat investasi asing. Lihatlah para fund manager di Eropa. Mereka tidak tahu harus menanamkan investasi di mana. Eropa sedang sakit dan sepertinya tambah sakit. Para investor Eropa menginvestasikan banyak uang mereka ke Cina. Namun, perekonomian Cina kini sangat melambat. Amerika Serikat juga masih bermasalah.

Lalu, ke mana uang mereka harus diinvestasikan? Ya ke Asia. Di bagian mana? Nah, Indonesia menjadi salah satu dari negara-negara yang disebut dengan MIST, yakni Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, dan Turki. Kini, negara-negara MIST bahkan potensinya lebih besar daripada negara-negara BRIC (Brasil, Rusia, India, Cina). Kami yakin, jika pemerintah bisa mengatasi masalah perundang-undangan itu, Indonesia akan kebanjiran investasi asing.

(redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: sentul city

Sumber: Warta Ekonomi No 21/2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s