manufaktur asia menguat

oleh Natasha Brereton-Fukui

SINGAPURA–Sektor manufaktur Asia mulai pulih, sementara inflasi relatif rendah. Hal ini akan membantu para pembuat kebijakan mengatasi permintaan jika kondisi global memburuk.

Di seluruh Asia, sejumlah indeks pembelian yang dirilis Senin kemarin menunjukkan adanya peningkatan aktivitas manufaktur, terutama di Cina. Hal ini memicu sentimen positif bagi pertumbuhan ekonomi regional dan dunia.

AFP/Getty Images
Pejalan kaki depan pembangunan sebuah gedung di Beijing. PMI Cina mencapai titik tertinggi di November selama 13 bulan terakhir.

“Pesan utamanya adalah kita telah melewati situasi terburuk dan kini memasuki tahap penguatan yang dipacu ekspor,” ujar Tim Condon, ekonom dan kepala riset ING untuk kawasan Asia.

Namun sejumlah analis memperingatkan adanya risiko permasalahan fiskal di Amerika Serikat (AS) yang bisa terjadi di Januari. Jika Kongres AS gagal menemukan solusi, maka Amerika bisa kembali mengalami resesi. Menurut Condon, ekonomi Asia bisa terkena dampak negatif dari setiap pengetatan fiskal AS walau tak separah yang mungkin dialami AS.

Frederic Neumann, salah satu kepala riset ekonomi Asia di HSBC, mengatakan negara-negara yang akan terkena imbas terparah terkait krisis fiskal di AS adalah mereka yang ekonominya bergantung pada perdagangan seperti Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Thailand dan Hong Kong.

Jika itu terjadi, kata Neumann, Cina kemungkinan akan memperbesar belanja publik, terutama untuk proyek infrastruktur. Cina juga diperkirakan akan melonggarkan kebijakan moneternya dengan mengurangi rasio Giro Wajib Minimum (GWM). Neuman juga mencatat, negara-negara paling rentan di kawasan tersebut masih memiliki ruang untuk stimulus fiskal dan serta memangkas suku bunga.

Data yang ditunjukan Senin kemarin sebagian besar positif. Data HSBC menunjukkan Purchasing Managers Index (PMI) Cina di November mencapai titik tertinggi dalam 13 bulan yaitu 50,5 , naik dari 49,5 dibanding Oktober.  Kenaikan ini dikonfirmasi oleh PMI manufaktur  bulan November versi pemerintah Cina yang mencapai 50,6, tertinggi dalam 7 bulan, dari sebelumnya 50,2 pada Oktober. PMI non-manufaktur pemerintah Cina juga naik tipis.

Sejumlah negara lain di Asia Pasifik juga berhasil mengatasi melemahnya ekonomi global, didukung oleh permintaan domestik dan investasi publik. Data Senin juga menunjukkan permintaan eksternal masih memainkan peran penting.

Menurut HSBC India, PMI sektor manufaktur India, November, mengalami pertumbuhan dengan laju tercepat dalam lima bulan terakhir. Pencapaian tersebut merefleksikan peningkatan jumlah pemesanan dan ekspor. Di Korea Selatan, manufaktur November kembali menunjukan penurunan selama enam bulan berturut-turut, namun laju kontraksi melambat. Sementara itu, data yang dirilis Sabtu lalu menunjukkan laju ekspor Korea Selatan mengalami akselerasi dan bertumbuh sebesar 3,9% tahun ini.

Sementara di Indonesia, sektor manufaktur naik tipis pada bulan November dibanding Oktober. Namun tingginya permintaan dari sejumlah pasar di Asia berimbas pada peningkatan ekspor. Di Vietnam, permintaan dalam negeri membantu penguatan manufaktur bulan November. Sebelumnya, negara itu mengalami kontraksi selama 14 bulan berturut-turut.

Australia dan Taiwan mengalami nasib berbeda. Aktivitas manufaktur kedua negara itu mengalami pelemahan pada November.

Di Australia, taksiran harga produk manufaktur oleh TD Securities-Melbourne Institute turun 0,1%. Kondisi ini diprediksi dapat memicu Reserve Bank of Australia (RBA) menurunkan suku bunga acuan menjadi 2,75% dari sebelumnya 3%, titik terendah sejak September 2009.

Di Korea Selatan, indeks harga konsumen (IHK) bulan November naik 1,6% dibanding tahun lalu. Angka di bawah target bank sentral sebesar 2% hingga 4% dan merupakan titik terendah dalam tiga bulan terakhir.

Thailand dan Indonesia mengukuhkan tren inflasi mereka. Thailand mengalami inflasi 2,74% dibanding tahun lalu, turun 4,61% dibanding bulan sebelumnya. Inflasi Indonesia bulan November sebesar 4,32% dibanding tahun lalu, turun dari inflasi Oktober sebesar 4,61%.

–Dengan kontribusi dari Aaron Back dan Liyan Qi di Beijing, Kwanwoo Jun dan In-Soo Nam di Seoul dan Aries Poon di Taipei.

 

PT. DUTA PRO Tbk, (Property & kontraktor)
Plaza Victoria Blok B no.01 Sentul City Bogor 16810.
Telp : 021-87953067     Fax :  021-87953076
Hp    :  085691629395    Pin  :   27510FD6
E-mail  :  pt.dutapro@yahoo.co.id

One comment on “manufaktur asia menguat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s