UANG MUKA KPR : Selamat Tinggal Masa-masa Indah KPR Syariah….

Senin, 3 Desember 2012 | 14:26 WIB
Dibaca: 6582
|
Share:

Shutterstock

Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com – Masa-masa indah bisnis pembiayaan rumah (KPR) dan kredit kendaraan (KKB) bank syariah tersisa empat bulan lagi. Terhitung sejak 1 April 2013, ketentuan finance to value (FTV) juga mulai berlaku di bank syariah sehingga tak bisa lagi menampung permohonan KPR dan KKB yang ditolak bank umum.

Sejak Bank Indonesia (BI) memberlakukan LTV KPR dan KKB di bank umum, bank syariah menikmati lonjakan permintaan kredit. Debitur yang gagal memenuhi ketentuan uang muka, bisa memanfaatkan kelonggaran di bank syariah. Kini, kesempatan untuk menggenjot pembiayaan itu bakal berakhir.

Direktur Perbankan Syariah BI, Edy Setiadi, menyampaikan BI berkoordinasi dengan lembaga pembiayaan. Nah, hasilnya, BI menyepakati aturan ini berlaku mulai 1 April.

“Aturan berlaku setelah kuartal I 2013 untuk mencegah adanya arbitrase aturan,” katanya, Minggu (2/12/2012) kemarin.

Sebelumnya, BI sendiri telah mengumumkan rincian aturan ini pada Jumat (30/11/2012) lalu. FTV KPR ditetapkan 70% untuk akad murabahah. Artinya, nasabah harus menyetor uang muka 30%. Sedangkan akad musyarakah mutanaqisah dan akad ijarah muntahiyah bittamlik, minimal FTV 80%, atau uang muka 20%.

Direktur Bisnis Bank BNI Syariah, Imam Teguh Saptono, mengatakan aturan ini tidak berdampak signifikan. Permintaan KPR syariah umumnya untuk rumah pertama dengan kisaran harga Rp 150 juta – Rp 250 juta. Ini tidak memberatkan Anak usaha BNI ini tengah memasarkan Tapenas Griya, agar nasabah mampu menyisihkan penghasilannya untuk uang muka.

Menurutnya, sampai April 2013 ekspansi KPR akan berjalan secara natural, bukan kejar setoran. Saat ini outstanding KPR mencapai Rp 3 triliun atau naik 30% dari posisi sebelumnya.

“Target pertumbuhan pembiayaan 2013 sebesar 35%-40% dimotori KPR, ritel dan mikro,” ucapnya.

Kepala Bank Permata Syariah, Achmad Permana menyampaikan, aturan ini akan berpengaruh.

“Tadinya ada peluang memanfaatkan dampak aturan dari bank konvensional tapi nanti jadi tidak bisa,” ucapnya.

Menurutnya, pada 2013, pembiayaan KPR syariah tak akan maksimal karena BUS dan UUS yang memiliki produk syariah harus menyesuaikan aturan tersebut. Namun, bank dapat menyiasati dampak aturan itu dengan mengubah akad menjadi ijarah.

“Bisa ijarah, namun kami akan melihat lebih jauh detail aturannya,” tambahnya.

Bagi bank umum syariah dan unit usaha syariah yang melanggar aturan ini akan mendapat sanksi berupa penutupan kegiatan produk. (Nina Dwiantika)

PT. DUTA PRO Tbk, (Property & kontraktor)
Plaza Victoria Blok B no.01 Sentul City Bogor 16810.
Telp : 021-87953067     Fax :  021-87953076
Hp    :  085691629395    Pin  :   27510FD6
E-mail  :  pt.dutapro@yahoo.co.id

 

Iklan

One comment on “UANG MUKA KPR : Selamat Tinggal Masa-masa Indah KPR Syariah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s