Sampingan
 
@ptdutapro- Sampah umumnya hanya menjadi masalah. Namun dengan program bank sampah, ternyata limbah rumah tangga ini juga bisa menjadi rupiah. Mekanisme bank sampah, tidak terlalu rumit. Pengurus bank sampah biasanya menentukan hari-hari dimana nasabah bisa menabung. Pada hari itu, nasabah bisa datang menyetor sampah yang sudah dipilah-pilah berdasarkan bahan baku dan jenis (seperti plastik, kardus, kertas koran, dan lain-lain). Sampah akan ditimbang dan dicatat berdasarkan jenis bahan baku. Kemudian, pengurus akan menulis nilai nominal sampah tersebut di buku tabungan. Nilai yang tertera di buku tabungan disesuaikan dengan harga pasar yang berlaku saat itu. Pasalnya, harga pasar bahan baku sangat fluktuatif. Jika sewaktu-waktu nasabah memerlukan uang, mereka dapat mencairkan dana di buku tabungan tersebut. Jadi selain baik bagi lingkungan, program ini juga baik bagi keuangan keluarga.Perlu Kesabaran Di sisi lain, kesulitan yang dihadapi untuk memasyarakatkan bank sampah adalah mengubah pola pikir masyarakat yang gemar membuang sampah sembarangan. “Untuk mengubahnya, tentu dibutuhkan kesabaran,” kata Prakoso, tokoh RW03 Kelurahan Malakasari yang juga Pembina Program Bank Sampah Jakarta Timur. Prakoso mengatakan, bank sampah di daerah Malakasari telah dirintis sejak 2007 lalu. Pada 2010,  RW 03 menjadi juara umum dalam program Jakarta Green and Clean (JGC) yang diselenggarakan PT Unilever Indonesia, dimana salah satu poin penilaian adalah bank sampah. “Juri saat itu melihat bank sampah kami memiliki mekanisme dan manajemen yang berjalan dengan baik, serta memiliki pembukuan dan jurnal penjualannya,” kata pensiunan PT Telkom ini. Pada tahun yang sama, PT Unilever Indonesia juga membuatkan badan hukum bagi bank sampah RW03. Kemudian pada 26 Januari 2011,  Bank Sampah Koperasi Warga Mandiri Delima pun diresmikan oleh Walikota Jakarta Timur, H. Murdani.  “Sekarang, kami telah memiliki 184 nasabah dan angka ini akan terus bertambah. Kapasitas sampah yang bisa dikumpulkan di sini, berkisar 600 kilogram hingga 700 kilogram per minggu, atau jika diuangkan sekitar Rp1,3 juta,” ujar Prakoso.  Minat Makin TinggiUntuk menjadi nasabah bank sampah, kata Prakoso, syaratnya mudah: cukup menyerahkan fotokopi KTP. “Nasabah tidak hanya berasal dari RW03, tetapi bisa juga dari luar wilayah kami,” katanya.Sementara itu, jika ingin menjadi anggota koperasi, nasabah mesti membayar uang Rp50.000 dan uang sukarela Rp5.000 per bulan. “Kalau keluar dari keanggotaan koperasi, uang tersebut bisa diambil,” tandasnya. Anggota koperasi, selain mendapat keuntungan dari hasil tabungan, juga memperoleh sisa hasil usaha (SHU) koperasi. Tercatat, selama 2011 lalu, sebanyak 8,5 ton sampah berhasil terjual, dengan nilai nominal sebesar Rp14,6 juta. “Sejak Januari 2012 hingga saat ini, kami telah menjual sebanyak 13 ton sampah, dengan omzet sekitar Rp32 juta,” tukas Prakoso kepada Rumah.com, Selasa (25/9). “Untuk setiap kilogram sampah, imbuhnya, pihak koperasi biasanya mengambil keuntungan Rp2.500,” ungkap Prakoso yang mengatakan pihaknya kewalahan karena minat menabung sampah semakin tinggi.Prakoso menuturkan, belum lama ini Bank Sampah Koperasi Warga Mandiri Delima mendapat bantuan dari Bank Mandiri, yakni mesin pencacah plastik yang mampu mengolah limbah plastik menjadi biji plastik. Jika plastik dijual sebelum diolah, katanya, harganya berkisar Rp7.000 – Rp7.500, tetapi setelah diolah menjadi biji plastik, harganya bisa mencapai Rp11.000 – Rp12.000 per kilogram. “Dengan demikian, keuntungan yang didapat oleh nasabah maupun koperasi bisa bertambah,” pungkas Prakoso.
 
PT. DUTA PRO Tbk, (Property & kontraktor)
Plaza Victoria Blok B no.01 Sentul City Bogor 16810.
Telp : 021-87953067     Fax :  021-87953076
Hp    :  085691629395    Pin  :   27510FD6
E-mail  :  pt.dutapro@yahoo.co.id

Bank Sampah: Me…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s