Beberapa Alasan Ekspatriat Kesengsem Jakarta Selatan

Beberapa Alasan Ekspatriat Kesengsem Jakarta Selatan
Jumat, 20 Juli 2012 | 14:42 WIB
Dibaca: 9076

Share:
RODERICK ADRIAN MOZES/KOMPAS.com

Interior pada show unit salah satu kondominium di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com — Wilayah di Jakarta Selatan masih belum tergantikan sebagai lokasi hunian favorit bagi kaum ekspatriat. Banyaknya fasilitas, mulai dari sekolah internasional, klub internasional, rumah sakit internasional, pusat hiburan, dan lain-lain, menjadi alasan bagi orang-orang asing itu menetap di wilayah ini.
Permintaan tumbuh tinggi, tetapi pasokan tumbuh lebih lambat karena stoknya terbatas.
— Ferry Salanto

Konsultan properti Colliers International mencatat, lokasi Jakarta Selatan yang banyak diincar ekspatriat itu meliputi Kuningan, Kebayoran Baru, Menteng, Pondok Indah, Permata Hijau, Kemang, Cipete, Pejaten, dan Cilandak. Kisaran harga sewa per meter persegi (m2) per bulannya mulai dari 2.500 dollar AS sampai yang tertinggi 7.500 dollar AS, tergantung luas dan jumlah kamar.
Saat ini, akibat minimnya rumah yang memenuhi standar ekspatriat, sejumlah pemilik rumah di lokasi favorit, seperti Kemang, Cipete, dan Cilandak, banyak yang melakukan renovasi. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing, dan tentunya tarif sewa.
Colliers mencatat, ada beberapa pemilik rumah yang sudah mengerek tarifnya di semester satu 2012. Dari sisi permintaan, umumnya ekspatriat yang mencari hunian sewa itu bekerja di bidang minyak dan gas, konsultan, serta perbankan.
“Permintaan tumbuh tinggi, tetapi pasokan tumbuh lebih lambat karena stoknya terbatas,” ujar Ferry Salanto, Associate Director Research Colliers International, dalam risetnya belum lama ini.
Tingginya permintaan tidak hanya terjadi untuk rumah tapak, tetapi juga apartemen. Itu sebabnya, Colliers mencatat, okupansi apartemen kelas atas pada umumnya tinggi dalam kisaran 79 persen-95 persen.
Kendati demikian, lanjut Colliers, kenaikan tarif sewa hanya terjadi untuk apartemen servis, yaitu antara 100 dollar AS-300 dollar AS per bulan. Sementara apartemen nonservis masih stabil. Kecuali di daerah favorit seperti Pakubuwono atau Dharmawangsa, pengembang percaya diri untuk menaikkan tarif sewa sedikitnya 500 dollar AS per bulan. (Adisti Dini Indreswari)

Sumber :

KONTAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s