Rumah Berwawasan Lingkungan

Rumah Berwawasan Lingkungan

 
16-06-2012 13:48:52
Dilihat : 14084 kali

 Gambar

 

Indonesia sebagai negara tropis punya 2 musim berbeda tiap tahunnya, musim panas dan musim hujan. Tapi mengapa pada 5 tahun terakhir keduanya datang secara bersamaan? Belum lagi dengan banjir tahunan yang selalu melanda Jakarta, kini mulai meluas ke daerah-daerah lain dan volumnya semakin meninggi. Dan di saat yang sama, bencana kekeringan malah terjadi di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Fenomena alam ini oleh para ahli disebut sebagai penyimpangan iklim akibat pemanasan global (global warming). Selain pemakaian energi yang berlebihan, penyebab lainnya adalah sektor properti yang ternyata menghabiskan sumber energi sebanyak 40% dan material kayu 25%. Dan sektor properti dengan pertumbuhannya, mengubah hutan atau kebun yang berfungsi sebagai ‘paru-paru’ kota. 

Fakta-fakta di atas sudah seharusnya menjadi perhatian bagi Anda yang berniat ingin membeli rumah dalam waktu dekat. Para pengembang (developer) di Jakarta khususnya, banyak yang telah peduli dengan masalah ini dengan membangun perumahan yang berwawasan lingkungan (green development). Jadi Anda dengan mudah dapat memilih rumah ramah lingkungan. Dan berikut adalah beberapa faktor untuk memastikan apakah proyek properti Anda memakai prinsip green development atau tidak.

 

 

1. Lokasi yang tepat, strategis, aman, bebas banjir, dan aksesibilitas tinggi. Selain itu, perumahan ini juga mengandalkan prinsip one stop living yang akan memudahkan Anda untuk beraktifitas.

2. Memaksimalkan lahan dengan berimbang. Artinya, meski perumahan tersebut terletak di tengah kota, pengembang harus tetap mengutamakan komposisi perbandingan 60%-40% untuk ruang terbuka dan ruang hijau. Terutama untuk bangunan vertikal yang merupakan tuntutan bagi pengembangan di tengah kota.

3. Sistem pengolahan air limbah bersih harus didaur ulang 100% atau yang lebih dikenal dengan sistem zero water. Air olahan daur ulang ini punya banyak manfaat seperti mencuci kendaraan, menyiram dan membilas kloset, menyiram tanaman dan lainnya.

4. Selain zero water, sistem zero waste juga harus ada, dengan membuat tempat proses pengolahan sampah secara berkelanjutan melalui program 3R (reduce, reuse, recycle).

5. Pengendalian pencemaran udara yang diredam dengan membuat koridor jalan yang dilengkapi dengan pepohonan dan trotoar yang hijau.

6. Green building code yang mewujudkan bangunan yang ramah lingkungan. Kualitas bangunan bermutu harus diikuti dengan pemanfaatan desain rumah dan lingkungan yang bermutu juga.    

 

 

Maksimalkan rumah

– Anda sebagai pemilik rumah juga bisa menerapkan konsep green development ini di rumah. Dengan komposisi 40:60 untuk ruang terbuka dan terbangun, Anda harus bisa memanfaatkannya dengan maksimal. Misalnya dengan roof garden, atau bisa dengan membuat taman mini di depan jendela. Anda juga bisa menanam pohon produktif di jalur hijau depan rumah, taman depan, atau taman belakang yang akan memberikan kesegaran udara bagi penghuni rumah. Tanaman produktif dan apotek hidup yang ditanam di tanah maupun dalam pot-pot tanaman, yang tersebar dari teras depan, ruang tamu dan keluarga, hingga dapur dan ruang servis, akan menciptakan suasana alami mulai dari bagian luar hingga ke dalam rumah.

– Dominasi warna hijau dari tanaman akan memberikan suasana tenang dan nyaman di sekitar rumah Anda. Selingan aromatik tanaman dan warna-warni tanaman berbunga atau berdaun indah akan menambah keceriaan dan kehangatan rumah. Kombinasi warna cat dinding rumah juga dapat memperkuat kesan alami, seperti warna hijau tosca, kuning lembut, atau coklat krem muda.

– Cara lain adalah mendesain denah ruangan dengan konsep sederhanan terbuka dan mengalir, sehingga sirkulasi udara bisa bebas bergerak di dalam ruangan dan Anda bisa menghemat penggunaan Air Conditioning (AC). Soal terbuka ini juga bisa diterapkan pada bangunan tinggi yang sebaiknya mengurangi penggunaan material kaca.

– Selain itu, dalam pemilihan material bangunan juga sebaiknya memilih yang berlabel environment friendly atau tidak merusak lingkungan. Sayangnya, produk-produk seperti ini belum banyak dijual di Indonesia. Dan kalaupun ada, jumlahnya masih terbatas dan harganya relatif tinggi.

 

2 comments on “Rumah Berwawasan Lingkungan

  1. tehnik jika sudah ada yang mendaftar dan sudah terjual baru bangun lagi minimal 50 unit dan tersedia tempat ibadah ,pekuburan,taman so pasti ,satpam,pemadam sar air bersih,listrik aku mengakuh kalah…jika mimpi jadi kenyataan..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s