tinggal di Apartemen Bersubsidi

Nyaman tinggal di Apartemen Bersubsidi
20-08-2009 16:10:22
Dilihat : 11310 kali

Jika diamati dengan cermat, pembangunan hunian kini khususnya di kota-kota besar lebih berpihak kepada masyarakat menengah keatas. Penawaran di lokasi elit dan strategis beserta sejumlah keunggulan fasilitas ditawarkan dengan harga yang cenderung hanya dapat dicapai oleh kalangan tertentu. Untuk itu, pemerintah berusaha menyamaratakan porsi tempat tinggal bagi seluruh golongan masyarakat dengan membangun hunian terjangkau berskala besar, apartemen bersubsidi. Bisa juga disebut rumah susun sederhana milik (rusunami).
Pembangunan hunian program pemerintah ini bisa dibilang mendukung kenaikan harga tanah yang terus meningkat di kota-kota besar seperti Jakarta. Sebelum ada apartemen bersubsidi, masyarakat cenderung membeli rumah di pinggiran ibukota, dengan harapan agar mendapatkan harga yang lebih murah dan lebih tenang. Nyatanya, justru jarak yang ditempuh menuju tempat kerja dan sekolah lebih jauh, boros ongkos dan kemacetan selama jam berangkat-pulang bekerja dan sekolah.
Karena itu, tinggal di apartemen bersubsidi bisa menjadi pilihan untuk dapat tinggal dengan nyaman di tengah-tengah kota. Selain berlokasi di tengah kota dan biasanya di kawasan elit, hunian vertikal ini juga akan membangun fasilitas pendukung seperti perkantoran, sekolah, tempat olahraga, dan sebagainya. Memungkinkan mereka, masyarakat yang termasuk golongan menengah ke bawah (berpenghasilan Rp 4 juta kebawah), dapat turut menikmati tempat tinggal di tengah kota. Developer biasanya membidik lokasi tengah kota yang termasuk kawasan elit.
Untuk Jakarta sendiri, rencananya pemerintah berencana membangun sebagian besar apartemen bersubsidi di wilayah Jabodetabek ini. Hal ini disebabkan oleh lokasi Jakarta yang dikelilingi oleh kota-kota lainnya, mulai dipadati penduduk seperti Bekasi, Bogor, Tangerang dan Depok.
Saat ini sudah ada 17 lokasi hunian bersubsidi yakni Kemayoran, Kelapa Gading, Pulo Gebang, Kalimalang, Cawang, Cipayung, Cibubur, Kebagusan, Bintaro, Ciledug, Cakung-Penggilingan, Kebun Jeruk, Modernland-Tangerang, Daan Mogot KM14-Tangerang, Daan Mogot – Jakarta Barat, Cengkareng, dan Jatinegara.
Jika Anda ingin bertempat tinggal di hunian bersubsidi ini, sebaiknya memperhatikan hal hal berikut:          
–          Perhatikan standardisasi pada apartemen bersubsidi ini. Apakah lokasinya jelas, akses transportasinya, fasilitas pendukung, dan sebagainya.
–          Anda sekeluarga perlu menyesuaikan diri tinggal di hunian vertikal ini karena tentunya sedikit berbeda dengan rumah horizontal (landed house). Mulai dari hal-hal yang sederhana, misalnya tidak bisa membuang sampah sembarangan lewat jendela, interaksi sosial dengan sesama penghuni lain sampai kepada persoalan keamanan hunian.
–          Jika Anda berkeinginan untuk membeli secara kredit, berhati-hati dalam mengeluarkan uang muka (down payment/DP). Sebuah bank dapat mengambil uang DP yang telah Anda bayarkan jika Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) unit yang Anda ajukan tidak mereka setujui.
–          Cermat melihat harga jual apartemen bersubsidi karena harga jual bisa berubah kapan saja dan tergantung permintaan (demand). Misalnya pada tahap pertama, semua unit dikenakan harga yang sama namun pada tahap selanjutnya harga bisa melonjak Rp 5 juta – Rp 15 juta karena terpengaruh oleh lokasi unit tersebut, yakni menghadap kemana, di lantai keberapa, dan sebagainya.
–          Sebaiknya jika Anda berminat pada sebuah unit, jangan tunda untuk memilihnya. Karena apartemen disini menggunakan sistem tunjuk unit, yang artinya siapa cepat dia dapat. Terutama untuk menghindari pembelian dari pihak lain secara borongan.
–          Cermat dalam membaca kontrak perjanjian jual beli apartemen bersubsidi agar kedua belah pihak tidak saling mengalami kerugian di kemudian hari.
–          Hunian bersubsidi ini sebenarnya juga bisa ditempati oleh kaum mahasiswa. Jadi setelah mereka lulus, tidak perlu pindah tempat tinggal.
–          Pada 5 tahun pertama tinggal di dalam hunian ini, Anda tidak dapat menjualnya karena selama 5 tahun ini pemerintah sedang memberikan subsidi. Dengan kata lain, bunga fix akan berlaku selama 5 tahun dan selanjutnya tingkat bunga mengikuti harga pasar.
PT. DUTA PRO (property & kontraktor)
(Ari Dwi Astuti/berbagai sumber)
Foto: doc.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s